Info Lowongan Kerja

Informasi pekerjaan karir tips mencari kerja

Terkait Pilgub, LP Ma’arif NU Jateng Bersikap Netral

Semarang (GP-Ansor): Meski Ketua PWNU-nya maju sebagai kandidat dalam Pilgub, Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah menegaskan tidak akan cawe-cawe dalam masalah politik, terutama terkait dengan pelaksanaan pemilihan gubernur.

Lembaga yang bergerak menangani pendidikan di bawah naungan NU itu juga tidak akan terlibat dalam aksi dukung mendukung dalam pilgub. ”Sehingga kami minta semua pihak untuk tidak membawa Ma’arif NU ke dalam ranah politik khususnya menjelang Pilgub Jawa Tengah 22 Juni 2008 mendatang,” tegas Ketua PW LP Ma’arif Jateng M Zain Yusuf didampingi Sekretaris Mulyani M Noor,Jum’at (8/2) kemarin.

Dia menambahkan, Ma’arif NU Jawa Tengah merespons positif majunya kader-kader NU yang akan tampil baik sebagai calon gubernur (cagub) maupun calon wakil gubernur (cawagub). Sebab hal itu memang sudah menjadi keharusan, dan sepatutnya untuk diberikan dukungan. Namun dia meminta, jika ada pengurus LP Ma’arif yang akan menyukseskan salah satu calon gubernur ataupun wakil gubernur, untuk tidak mengatasnamakan lembaga.

”Kami persilakan pengurus Ma’arif untuk memberikan dukungan kepada cagub atau cawagub pilihannya,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Zain Yusuf mengklarifikasi pernyataan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Dakwah NU Khoirul Huda di beberapa media yang menyebutkan Bacawagub Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sudharto, pernah menjadi pengurus LP Ma’arif Jateng.

Dia menyayangkan pernyataan tersebut karena tanpa didahului klarifikasi dengan lembaganya terlebih dahulu. Dia menyebut,kedudukan Sudharto di Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah saat itu adalah sebagai ex officio, karena yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Kanwil (sekarang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah).

”Jadi siapa pun orangnya, apakah kader NU, kader Muhammadiyah, atau kader yang lain tapi menjabat ya masuk dalam jajaran Penasehat PW LP Ma’arif Jateng,” tukasnya. Zain menambahkan, pihaknya sudah lama merencanakan membuat surat edaran ke Pimpinan Cabang LP Ma’- arif NU se-Jateng untuk mengklarifikasi masalah ini.

Harapannya, persoalan pilgub bisa menjadi jelas dan tidak membingungkan pengurus maupun para guru Ma’arif. Sementara Presidium Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kab Magelang Asfuri Muhsis mengungkapkan, figur mantan Pangdam IV Diponegoro Agus Soeyitno sangat tepat untuk memimpin Jateng.

Menurutnya, figur ini sangat tepat lantaran berasal dari TNI dan mau mengerti kebutuhan masyarakat. ”Kita berharap, PKB bisa mengusungnya,” ungkapnya, kemarin. Dia juga meminta Gubernur Jateng Ali Mufiz tidak bisa dipaksakan maju, jika tetap menolak untuk dicalonkan kembali. Sebab, kata Asfuri, masih ada kader terbaik NU lainnya, yang pantas menggantikan Ali Mufiz, salah satunya,Agus Soeyitno.

”Kita juga berharap, PKB melakukan koalisi dengan partai yang berhaluan nasionalis,” terangnya. Kata dia, GMNU Kab Magelang tetap menghargai kader NU lain yang maju sebagai calon wakil gubernur seperti Kholiq Arief maupun Muhammad Adnan. ”Yang penting jangan menggunakan NU secara berlebihan seperti insiden peringatan Harlah NU tingkat Jateng di Masjid Agung Semarang,”pintanya. (sindo/wg)

Agustus 22, 2008 - Posted by | kerja

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: